Ilustrasi (Foto: Kronologi.id)

Oleh:  Yenglis Dongche   26-06-2020 12:00 WIB

Infoanggaran.com, Jakarta – Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengaku pihaknya masih tetap optimistis perekonomian Indonesia tumbuh positif pada tahun ini meski IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi negatif 0,3 persen.

Oleh sebab itu, BI belum akan merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi 2020.

“Kami masih perkirakan pertumbuhan ekonomi di level 0,9 persen hingga 1,9 persen," kata Destry dalam webinar "Perlukah 'Helicopter Money' saat krisis Covid-19?" Yang digelar Kamis (25/6/2020).

Destry juga menjelaskan strategi bahwa jika terjadi guncangan, yang pertama terdampak pasti pasar modal. Itulah sebab BI sejak awal langsung berfokus pada stabilitas keuangan, menjaga stabilitas rupiah di pasar, dan SBN.

Baca juga: APBN Kuartal II 2020 Defisit Rp179,6 Triliun

Kendati demikian, Destry tak menampik perkiraan ekonomi global yang kemungkinan makin memburuk berpotensi memberi tekanan ekonomi kepada Indonesia. Faktor eksternal cukup berpengaruh kepada perekonomian Indonesia, khususnya melalui ekspor.

Destry menyebut, keuntungan Indonesia adalah kondisi perekonomian lokal yang masih kuat. "Sementara dari sisi sektor keuangan, imbal hasil investasi Indonesia juga masih sangat menarik bagi investor asing,” jelas Destry.

 

Terlalu Optimistik

Kontras dengan itu, Ekspert Panel Katadata Gundi Cahyadi tidak setuju dengan sikap BI dan pemerintah yang dinilai terlalu optimistis dengan pertumbuhan ekonomi ke depannya.

“Saya sedikit pesimistis terhadap pertumbuhan ekonomi ke depan, karena pandemi ini belum diketahui kapan apa berhenti. Kelihatannya pemerintah terlalu positif thinking dalam melihat kondisi ini,” ujar Gundi.

Baca juga: Potensi UMKM di Tengah Krisis ‘Startup’

Di lain sisi, Gundi juga menyoroti kondisi BI sebenarnya siap dan lebih agresif untuk melakukan kegiatan untuk menggenjot perekonomian, hanya saja urgensinya belum ada.

 

Investasi Asing

Ekonom Bahana TCW Investment Management Budi Hikmat menyatakan, sebenarnya dari sisi investor tetap melihat ada peluang besar di Indonesia.

“Meski investasi asing belum begitu banyak saat ini, tapi bisa diantisipasi dengan pembelian SBN. Jadi saya tidak terlalu khawatir soal asing, bahkan sejak empat tahun lalu mereka (investasi) sudah banyak yang keluar,” jelas Budi.

Indonesia, dalam prediksi Budi, pertumbuhan ekonominya mencapai 5,3 persen. Jadi pasar melihatnya kondisi masa depan bukan hanya sekedar kondisi saat ini.

Baca juga: Defisit APBN Melebar, HIPMI Pertanyakan Kredibilitas Pemerintah

Untuk itu Budi menyarankan BI harus bisa melakukan kebijakan antisipatif.

Sementara menurut Destry, Indonesia biasanya bersaing dengan India terkait imbal hasil investasi. Persoalannya, India saat ini sedang terpuruk bukan hanya akibat pandemi, tetapi juga kondisi geopolitik.

Dibandingkan India, ekonomi Indonesia diyakini dalam kondisi yang lebih baik. Program pemulihan ekonomi yang berjalan diharapkan akan membawa perbaikan pada semester kedua tahun ini.  

"Meski di kuartal kedua negatif, tapi overall tahun ini positif," kata dia.

 

Penulis: Yenglis D

Editor: Jimmy Radjah









Info-Anggaran Info-Anggaran Info-Anggaran Info-Anggaran Info-Anggaran Info-Anggaran



Info-Anggaran Berita

  12-07-2020 13:28 WIB

Praktik Korupsi Marak Saat Pandemi Covid-19?




Info-Anggaran Berita

  10-07-2020 14:43 WIB

Sektor Pertanian dan ‘E-Commerce’ Meningkat Selama Pandemi




Info-Anggaran Berita

  10-07-2020 14:03 WIB

Awasi Keuangan Desa, Perkuat Keterlibatan Masyarakat




Info-Anggaran Berita

  08-07-2020 13:34 WIB

FITRA: Buka Informasi Anggaran Covid-19 Secara Rinci




Info-Anggaran Berita

  06-07-2020 19:00 WIB

Kenaikan Cukai Rokok Tak Otomatis Kendalikan Konsumsi




Info-Anggaran Berita

  03-07-2020 21:14 WIB

BPJS Kesehatan Tidak Penuhi Syarat Sebagai Badan Publik




Info-Anggaran Berita

  02-07-2020 11:43 WIB

Keterbukaan Kontrak dan Izin Industri Ekstratif Perlu Keseriusan Pemerintah







   TENTANG KAMI |   KARIER |  IKLAN | HUBUNGI KAMI |    DISCLAIMER



©2019 Info Anggaran. Hak cipta dilindungi Undang-undang.Kebijakan Privasi