Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Oleh:  Yenglis Dongche   19-06-2020 12:00 WIB

Infoanggaran.com, Jakarta – Sebanyak 43,8 persen tidak yakin Kartu Prakerja akan efektif. Sebab lapangan kerja di era pandemi Covid-19 kian sempit.

Sedangkan sisanya, 4,7 persen tidak menjawab dan 34,8 persen menyatakan program tersebut rentan disalahgunakan.

Dari seluruh responden, hanya hanya 16,7 persen yang meyakini Kartu Prakerja dapat membantu pencari kerja.

 

Baca juga: Efektivitas Kartu Prakerja Tergantung Perekonomian

 

Hasil itu disampaikan oleh Peneliti Litbang KOMPAS Yohan Wahyu dalam dalam webinar Kartu Prakerja di Tengah Pandemi, Kamis (18/6/2020).

Lebih jelasnya, dapat dilihat pada grafik berikut ini:

 

Kendati demikian, Yohan menilai kondisi pandemi Covid-19 membuka peluang yang tidak terduga. Hal ini merujuk pada kegiatan pelatihan yang dilaksanakan oleh program Kartu Prakerja yang dinilai memberikan dampak positif.

“Misalnya, orang yang dulunya tidak jualan, mendadak jualan kue. Hal ini memberikan peluang baru,” jelas Yohan dalam webinar Kartu Prakerja di Tengah Pandemi, Kamis (18/6/2020).

 

Kemampuan SDM

Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja yang juga Dosen FEB UGM, Denni Puspa Purbasari, menjelaskan bahwa ide utama Kartu Prakerja adalah untuk pembangunan SDM. Jadi, Kartu Prakerja ini merupakan pelatihan vokasi untuk semua orang.

“Ada dua, pekerja dan pencari kerja, jadi yang berhak mendapatkan pelatihan. Jadi bukan hanya yang mencari pekerjaan, tapi juga yang sudah bekerja harus meningkatkan kemampuan,” kata Denni.

Pada mulanya, Kartu Prakerja tidak dirancang secara online, namun karena pandemi semuanya berubah, termasuk besarnya pendanaan.

“Awalnya dana Kartu Prakerja Rp10 triliun kini menjadi Rp20 triliun. Selain itu dana pelatihan yang dulunya Rp3 juta dan kini menjadi Rp1 juta karena online dibandingkan offline,” jelas Denni.

 

Baca juga: Kartu Prakerja Berpotensi Dikorupsi

 

Selain itu, Denni juga mengatakan, pendaftaran tidak terbatas selama masih buka, maksudnya ketika gagal batch 1, 2 dan selanjutnya, bisa tetap ikut hingga batch 25 rencananya, kecuali bagi penerima bantuan sosial.

Senada, Politisi dan Founder Inovator 4.0 Budiman Sudjatmiko mengatakan, Kartu Prakerja tujuannya untuk memberikan keahlian minimum bagi para peserta dan agar bisa melakukan hal baru, terutama enterpreuner skill.

“Asumsi new normal, misalnya social distancing yang dulu sebagai sesuatu hal yang baru dan sekarang menjadi normal yang baru, dan program ini harus bisa memberikan dampak minimun bagi kemampuan pekerja dengan situasi yang ada,” katanya.

 

Penulis: Yenglis D

Editor: Jimmy Radjah









Info-Anggaran Info-Anggaran Info-Anggaran Info-Anggaran Info-Anggaran Info-Anggaran



Info-Anggaran Berita

  12-07-2020 13:28 WIB

Praktik Korupsi Marak Saat Pandemi Covid-19?




Info-Anggaran Berita

  10-07-2020 14:43 WIB

Sektor Pertanian dan ‘E-Commerce’ Meningkat Selama Pandemi




Info-Anggaran Berita

  10-07-2020 14:03 WIB

Awasi Keuangan Desa, Perkuat Keterlibatan Masyarakat




Info-Anggaran Berita

  08-07-2020 13:34 WIB

FITRA: Buka Informasi Anggaran Covid-19 Secara Rinci




Info-Anggaran Berita

  06-07-2020 19:00 WIB

Kenaikan Cukai Rokok Tak Otomatis Kendalikan Konsumsi




Info-Anggaran Berita

  03-07-2020 21:14 WIB

BPJS Kesehatan Tidak Penuhi Syarat Sebagai Badan Publik




Info-Anggaran Berita

  02-07-2020 11:43 WIB

Keterbukaan Kontrak dan Izin Industri Ekstratif Perlu Keseriusan Pemerintah







   TENTANG KAMI |   KARIER |  IKLAN | HUBUNGI KAMI |    DISCLAIMER



©2019 Info Anggaran. Hak cipta dilindungi Undang-undang.Kebijakan Privasi